Quick contact info

Introducing a truly professional WordPress theme built to last! We developed Wilmër for all construction & architecture sites.

icon_widget_image Monday-Friday: 9am to 5pm; Satuday: 10ap to 2pm icon_widget_image 7300-7398 Colonial Rd, Brooklyn, NY 11209, USA icon_widget_image + (123) 1234-567-8900 + (123) 1234-567-8901 icon_widget_image wilmer@qodeinteractive.com wilmer2@qodeinteractive.com

Kusen Aluminium, Kaca Tempered dan Kontraktor ACP (Aluminium Composite Panel)

Bentuk curtain wall dari dalam bangunan

Fungsi Dan Pengertian Curtain Wall

Bentuk curtain wall dari dalam bangunan

Curtain wall sebagai konstruksi non sistematis berbentuk penutup dinding dan jadi pelindung dari cuaca dan beragam ganggunan lainnya. Produk ini dibikin dari material aluminium dan kaca.

Kemajuan pembangunan di indonesia yang makin cepat, kian munculkan macam design dengan memakai material-material pilihan.

Salah satunya material tambahan yang sekarang sering digunakan adalah curtain wall. Secara kegunaan, ini dapat disebutkan fasad. Material ini bisa membuat perlindungan bangunan dari beragam cuaca seperti hujan, hempasan angin, temperatur tinggi bahkan juga yang terekstrim ledakan bom.

Material ini biasanya digunakan pada beberapa gedung bertingkat. Di indonesia sendiri, telah banyak gedung yang memakai tambahan curtain wall sebagai penguat. Apa lagi indonesia sebagai negara tropis dengan macam cuaca, penggunaan curtain wall benar-benar bermanfaat membuat perlindungan gedung.

Apa Itu Curtain Wall?

Tirai dinding, atau “curtain wall”, adalah sistem pelapis bangunan yang melindungi bagian dalam bangunan dari cuaca ekstrem. Biasanya dibuat dari kaca, logam, atau bahan komposit, dan sering ditemukan pada bangunan bertingkat tinggi. Dibandingkan dengan dinding biasa, tirai dinding lebih ringan dan tidak menopang beban bangunan, namun harus tahan terhadap angin dan gempa.

Pembuatan tirai dinding memerlukan pengetahuan teknis mendalam dan perencanaan teliti. Mereka berkontribusi pada efisiensi energi bangunan dengan memungkinkan cahaya alami masuk, dan bisa membantu mengontrol suhu dengan kaca berlapis atau berisolasi.

Namun, tantangan yang dihadapi termasuk potensi kebocoran air dan kebutuhan perawatan yang lebih sering. Isu keamanan dan privasi juga perlu dipertimbangkan karena interior bangunan lebih terlihat. Meskipun begitu, dengan desain dan instalasi yang tepat, tirai dinding dapat memperkaya estetika bangunan.

Fungsi Curtain Wall

  1. Pelindung Cuaca: Tirai dinding menjaga bagian dalam bangunan dari berbagai kondisi cuaca ekstrem, memastikan ruangan tetap kering dan nyaman.
  2. Penyumbang Efisiensi Energi: Dengan memungkinkan cahaya alami masuk, tirai dinding mengurangi kebutuhan akan pencahayaan buatan, yang berdampak pada penghematan energi.
  3. Regulator Suhu: Tirai dinding berbahan kaca berlapis atau berisolasi bisa mengatur suhu di dalam bangunan, sehingga membantu mengurangi penggunaan sistem pendinginan atau pemanasan.
  4. Beban Ringan: Karena tidak menopang beban bangunan, tirai dinding mengurangi berat total bangunan dan memudahkan proses konstruksi.
  5. Pendorong Estetika: Tirai dinding memberikan fleksibilitas dalam desain dan bisa memperindah tampilan bangunan, menciptakan penampilan modern dan menarik.
  6. Penahan Tekanan: Meski ringan, tirai dinding dirancang tahan terhadap tekanan angin dan gempa, memberikan perlindungan ekstra bagi bangunan.
  7. Penjaga Privasi dan Keamanan: Meski mengizinkan cahaya masuk, tirai dinding dengan kaca berlapis atau berisolasi bisa menjaga privasi dan keamanan bangunan.
Tampilan curtain wall dari tampak luar bangunan

Macam-macam Material Curtain Wall

Kaca

Kaca Kaca adalah bahan yang paling sering kita jumpai sebagai komponen pengisi dalam rangka curtain wall. Spesifikasi kaca yang digunakan dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan, mulai dari warna, ketebalan, hingga tingkat keburamannya (kemampuan untuk meredupkan cahaya).

Sifat khas dari material ini adalah transparansinya yang memungkinkan cahaya menembus dan memberikan tampilan estetika menawan dari dalam bangunan. Akan tetapi, kaca yang agak buram atau berwarna gelap dapat mengurangi sedikit cahaya yang masuk ke dalam bangunan. Di samping itu, kaca buram juga bisa menyembunyikan bagian kolom atau balok yang berada di belakang curtain wall.

Stone Veneer

Veneer Batu (Stone Veneer) Veneer batu adalah balok batu tipis yang juga dapat digunakan sebagai material curtain wall. Namun, material ini biasanya cukup berat. Oleh karena itu, beberapa pihak melakukan upaya penurunan berat material ini dan peningkatan kekuatan pada bagian rangka penopangnya.

Fabric Veneer

Veneer Kain (Fabric Veneer) Sebagai alternatif bahan untuk curtain wall, kain dapat menjadi pilihan. Harga kain cenderung lebih ekonomis dibandingkan dengan material lainnya. Kelebihan lainnya, proses instalasi kain sebagai curtain wall terbilang sederhana dan cepat. Walaupun demikian, kekurangan utamanya adalah durabilitasnya yang tidak permanen saat dipakai sebagai curtain wall, hal ini disebabkan oleh daya tahan kain yang relatif rendah sebagai material penahan.

Panel Logam

Beberapa variasi logam biasa dipergunakan sebagai material curtain wall, termasuk aluminium, tembaga, dan juga baja yang tahan terhadap karat. Selain berfungsi sebagai pelindung dari angin, material ini juga efektif untuk menghambat cahaya masuk ke interior bangunan dan justru memantulkannya kembali.

Kisi-Kisi

Curtain wall dengan tipe ini tidak secara keseluruhan berfungsi menahan angin, hujan, atau cahaya matahari. Kisi-kisi memberikan ruang bagi sebagian dari unsur-unsur tersebut untuk bersinggungan langsung dengan konstruksi bangunan. Mengaplikasikan material ini dalam curtain wall bisa menciptakan pemandangan yang indah bagi orang-orang yang berada di dalam bangunan.

Curtain wall bukan hanya bisa digunakan pada bangunan saja tapi juga bisa digunakan pada hunian rumah untuk bagian jendela

Jenis-jenis Tirai Dinding

Stick System

Merupakan metode konstruksi kerangka yang paling dasar dan umum digunakan dalam pembuatan fasad bangunan. Dalam sistem ini, elemen-elemen individual seperti batang-batang logam ditempatkan dan disambung satu per satu secara langsung di lokasi konstruksi. Setiap komponen, seperti kaca atau panel, dipasang dan disegel secara manual. Sistem ini memiliki kelebihan dalam fleksibilitas desain dan biaya yang lebih rendah, namun memerlukan waktu pengerjaan lebih lama dan keakuratan yang sangat tinggi oleh pekerja di lapangan.

Unitized System

Sebaliknya, adalah metode konstruksi yang lebih modern dan efisien, di mana elemen-elemen fasad dibuat dan dirakit sebelumnya dalam bentuk modul besar atau “unit” di pabrik atau bengkel. Unit ini kemudian dikirim ke lokasi konstruksi dan dipasang ke kerangka bangunan. Metode ini memungkinkan pengerjaan yang lebih cepat dan lebih sedikit kesalahan konstruksi, karena unit-unit ini telah dibuat dan dites sebelumnya di lingkungan yang terkontrol. Meskipun memiliki biaya awal yang lebih tinggi, sistem unitized dapat menghemat waktu dan biaya pekerjaan di lokasi konstruksi.

Ladder System

Sedangkan Sistem Ladder adalah metode konstruksi yang merupakan gabungan antara sistem stick dan unitized. Dalam sistem ini, elemen-elemen vertikal (seperti batang-batang logam yang membentuk ‘tangga’ atau ‘ladder’) dipasang terlebih dahulu di lokasi konstruksi, kemudian elemen-elemen horisontal dan kaca atau panel lainnya dipasang di antara ‘tangga’ ini. Metode ini mencoba menggabungkan kelebihan dari kedua sistem lainnya, yaitu fleksibilitas desain dari sistem stick dan efisiensi waktu dari sistem unitized, walaupun masih memerlukan jumlah pekerjaan di lokasi yang lebih besar dibanding sistem unitized.

Cara Pengaplikasian Tirai Dinding

Curtain wall adalah struktur non-load bearing yang biasa digunakan untuk melapisi bagian luar bangunan, khususnya gedung bertingkat. Material yang digunakan seringkali adalah kaca, metal, atau kombinasi dari keduanya, yang memberikan estetika modern dan memaksimalkan pencahayaan alami. Sebelum memasang curtain wall, ada beberapa langkah penting yang perlu diikuti.

  1. Pembuatan Desain dan Perencanaan: Awalnya, arsitek dan insinyur struktur perlu mengembangkan desain curtain wall yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik bangunan. Desain ini harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti kondisi cuaca, tekanan angin, dan pencahayaan alami. Setelah desain selesai, tim kemudian akan membuat rincian teknis dan menghitung biaya.
  2. Pembuatan Komponen: Setelah perencanaan selesai, komponen curtain wall akan diproduksi sesuai spesifikasi. Ini termasuk kaca, rangka metal, dan segel. Proses ini biasanya dilakukan di pabrik dan membutuhkan kontrol kualitas yang ketat untuk memastikan komponen memenuhi standar yang ditetapkan.
  3. Pemasangan: Ketika semua komponen sudah siap, proses pemasangan dimulai. Pemasangan biasanya dimulai dari bawah dan bergerak ke atas. Komponen dipasang dengan memperhatikan presisi dan keselamatan, dan biasanya menggunakan alat seperti kran atau scaffolding. Setelah semua komponen terpasang, segel digunakan untuk mencegah air dan udara masuk.
  4. Inspeksi dan Pemeliharaan: Setelah pemasangan selesai, inspeksi dilakukan untuk memastikan semua komponen terpasang dengan benar dan tidak ada masalah yang muncul. Pemeliharaan berkala juga perlu dilakukan untuk memastikan tirai dinding tetap dalam kondisi baik dan fungsional.

Perlu diingat bahwa pemasangan curtain wall adalah tugas yang kompleks dan memerlukan profesional yang berpengalaman. Memastikan bahwa semua langkah diikuti dengan benar akan membantu memastikan keberhasilan proyek dan umur panjang curtain wall.

Post a Comment

×

 

Hello!

Klik salah satu marketing kami dibawah ini untuk konsultasi dengan kami di WhatsApp

× Chat Sekarang!